Friday, May 11, 2007

HE. Mr. Ribhi Y. Awad, Dubes Palestina

Sangat berbahagia berada di Al-Zaytun, bisa mengingatkan saya kepada Palestine dan kepada fir-man Allah : wa al-tiin wa al-Zaytun wa hadZa al-baled al-amin. Beberapa waktu yang lalu dunia telah menyaksikan pemilu yang demokratis, terbuka dan bebas di Palestine. Saya lahir dan ber¬juang lewat pergerakan Fath. Fath adalah organisasi Palestine yang pertama memulai perjuangan bersenjata sejak 50 tahun yang lalu. Hamas menclapat kemenangan secara mutlak pada pemilu yang lalu. Gerakan ini sangat unik karena kebijakannya yang kontra dengan kesepakatan Oslo, kontra terhadap pemerintah Palestine di bawah kepemimpinan Yaser Arafat clan kontra munculnya politik clan diplomasi, Berta kontra peta perjalanan damai yang diinginkan olch dunia dalam menyelesaikan permasalahan di Palestina. Saya menegaskan kcpada saudara-saudara sekalian dan kepada seluruh dunia bahwa lnsya Allah tidak akan terjadi perang saudara di Palestine. Ada tiga gerakan di Palestine yaitu Hamas, Fath dan Jihad Islam. Gerakan Fath sudah mencapai lima puluh tahun dalam perjuangan, Fath adalah yang pertama menembakkan senjata melawan Israel di Palestine. Karenanya dengan kemenangan Hamas pada pemilu lalu, make Fath akan memberikan kekuasaan kepada Hamas. Pelopor-pelopor Fath adalah para syuhada di dunia, yang terluka mencapai ribuan orang, yang mendekam dalam penjara-penjara Israel juga ribuan, Fath membekas dalam dan tertanam di dalam jiwa orang-orang Palestine. Dan sebagian besar orang yang memilih Hamas adalah mereka yang marah dan mereka yang mengambil kesempatan dari kondisi Fath yang tercabik, dan kondisi yang terkait dengan keburukan yang menimpanya.

Saudara-saudara, saya sangat bersedih karena ini merupakan perjumpaan kita yang terakhir, karena saya akan dipindahkan ke Palestine. Setelah 15 tahun saya bertugas di Indonesia, saya mempunyai pesan yang harus saya ungkapkan kepada saudara-saudara sekalian karena saya cinta Indonesia dan mencintai negeri ini, saya mempunyai pesan untuk saudara-saudara sekalian. Saya telah menjalin hubungan dengan beberapa presiden selama lima betas tahun yang lalu, dan saya sangat menghormati mereka, tapi secara khusus saya menyarankan kepada saudara-saudara sekalian untuk mendukung Susilo Bambang Yudhoyono dan membantunya, karena die telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk kemaslahatan rakyat Indonesia, dan saya di Palestine di samping Al Quds akan selalu mendo'akan kalian semua agar selalu mendapatkan kebaikan dan karunia. Saya akan sangat merindukan Syaykh Al-Zaytun dan Saudara semua. Melalui mikropon ini izinkan saya untuk mengucapkan selamat tinggal, sebelum perpisahan kita, kare¬na saya akan bertolak ke Jakarta dan selanjutnya ke Palestine setelah bulan ini, hidup persaudaraan Indonesia Palestine, semoga Allah memberikan kekuatan dan kesehatan. Berikut ini wawancara tirn Al-Zaytun dengan Mr. Ribbi Y Awad, Dubes Palestine.
Apa kesan anda terhadap Al-Zaytun?
Al-Zaytun adalah lembaga pendidikan besar, saya sudah lima kali ke sini, saya teman syaykh, sudah saya anggap ini adalah ma'had saya. Sukses selalu Al-Zaytun. Penghuni Al-Zaytun berdisiplin, dan disiplin adalah kunci sukses. Al-Zaytun pasti sukses selama Syaykh, para pimpinan, guru-guru, dan para pelaksana dalam satu pemahaman dan satu program. Saya merasakan negeriku Pelestina di sini, Saya memakan buah Tin sejak kecil dan buah Tin itu yang tertanam di sini.

Bagaimana pendapat Anda dengan peringatan 1 Muharram?
Peringatan ini sangat penting bagi muslimin, berkat acara ini kita bisa bersilaturrahim dengan seluruh penduduk dari berbagai daerah. Ada yang dari Sumatra, Kalimantan, Jawa dan daerah-daerah lainnya. Dengan peringatan 1 Muharram ini, akan terjalin Ukhuwah Islamiyah yang kuat.

Al-Zaytun memiliki ciri khusus dalam peringatan ini, yaitu fenonema penggalangan dana, bagaimana menurut Anda?
Kite semua tabu, negeriku sampai seat ini di bawah kekuasaan Yahudi, dalam keadaan seperti ini kami butch uluran tangan dari negara-negara lain. Dengan uluran tangan dari segala pi¬hak maka kekuatan akan dapat dirasakan. Begitu pula dengan acara ini, dengan penggalangan ini, terdapat satu kekuatan besar dari Umat Islam seluruh Indonesia.
Syaykh al-Zaytun mengaplikasikan sistem pendidikan 'One pipe education system', yaitu sistim pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, komentar Anda?
Menurut saya, sistim itu bagus. Saya mendukung ide tersebut. Sistem itu haruslah didukung faktor-faktor yang bagus pula, baik pada pendidik maupun peserta didik.

Bagaimana pendapat Anda dengan Universitas Al-Zaytun?
Semua yang ada di sini baik, apalagi sebuah universitas di masyarakat pendidikan. Namun yang terpenting adalah bagaimana agar alumni dari Universitas Al-Zaytun harus berpengalaman, karena orang hidup harus berpengalaman, maka di universitas ini, perlu diadakan latihan yang terns me¬nerus untuk mencapai tujuan tersebut.

Salah satu ciri Universitas bertaraf international adalah adanya pelajar-pelajar luar negeri. Jadi, berapa jumlah pelajar yang akan Anda kirim ke Universitas Al-Zaytun?
Sudah saya bicarakan dengan Syaykh, Insya Allah akan saya kirim 100 bahkan 200 pelajar ke sini. (Sumber Majalah Al-Zaytun – Edisi 44/2006)

1 Comments:

At 8:01 AM, Blogger sudarta said...

Assalamu'alaikum...
Saya mohon izin untuk menempatkan LINK menuju kesini pada website
www.bpkb-bengkulu.co.nr
www.sudarta.co.nr

Maju Terus Pendidikan Indonesia,
Dalam Indah Toleransi dan Tingginya peradaban.

M.Sudarta

 

Post a Comment

<< Home