Friday, May 11, 2007

Mr. Azad, Kuasa Usaha Republik Islam Iran

Ada pepata yang bagus di Indonesia yang pernah say pelajari satu dasawarsa yang lalu, yaitu tak kenal maka tak cinta. Oleh karena itu, perkenalan dengan negara saya Republik Islam Iran rasanya sudah cinta, sudah berhasil, tidak perlu menjelaskan mengenai Iran.
Saya mau tanya siapakah yang tidak kenal negara saya boleh mengacungkan tangannya?, ternyata tidak ada. Jadi cinta telah berhasil. Sebenarnya hubungan dua negara atau bilateral, hubungan kami dengan Indonesia eras sekali, telah berkembang dari tahun ke tahun. Dan pada khususnya hal-hal yang terbaru pasti anda telah membaca Surat kabar di Al-Zaytun yang begitu besar dan indah ini. Ada yang mondar-mandir delegasi dari Iran ke Indonesai dan Indonesia ke Iran, dan Alhamdulillah ada kesepakatan dalam urusan bilateral dan internasional.
Saya kagum melihat Al-Zaytun ini, karena saya sudah berkunjung dari Sabang sampai ke Merauke. Saya sudah lihat dari pesantren ke pesantren di Jakarta, tapi kalau dibandingkan dengan Al-Zaytun yang indah ini, dan insya Allah, kami (kedutaan Iran) akan melaporkan keberadaan Al-Zaytun ini ke Iran, dan insya Allah bisa dijalin kerjasama di berbagai bidang.
Berikut wawancara Tim Al-Zaytun dengan Mr. Azad, Kuasa Usaha Re¬publik Islam Iran
Bagaimana perayaan Anda setelah mengikuti perayaan 1 Mu¬haram di Al Zaytun?
Sangat berkesan, ini pertama kalin¬ya saya kesini melihat langsung Al-Zaytun, saya terkesan bagaimana orang¬orang berkumpul disini , Saya pernah melihat beberapa pesantren di Indo nesia dan kalau dibandingkan, saya rasa di sini good management', di sini banyak human resources, dan jika dilihat dari manager's point of view, kalian telah melakukan suatu karya besar, Karya dan usaha keras dalam sebuah management yang bagus itu bisa dilihat dari berbagai bangunan besar disini, berbagai level pendidikan yang ada disini dan juga jika dari segi aktifitas, ternyata tidak hanya mempelajari ilmu-ilmu tentang Islam raja tetapi juga termasuk hal yang bisa dikatakan berbau `materi', maksud saya kalian juga melakukuan bisnis. Menarik sekali bahwa disini telah mmemadukan 'dunia dan akhirat' dengan baik, sehingga bisa menyediakan dan mencukupi kebutuhan sendiri. Saya sangat berkesan dan saya bisa bahwa hal ini tidak ditemukan di pesantren lain.

Bisa sedikit diceritakan bagaimana negara anda mengada¬kan perayaan 1 Muharam?
Sebetulnya kami merayakan tahun baru pada tanggal 21 maret menurut kebiasaan yang dilakukan orang Iran, kita tidak mempunyaii perayaan seperti yang kalian lakukan di sini. Biasanya dari tanggal 1- 10 muharam kita mengadakan kegiatan lain, yaitu memperingad kematian cucu. nabi. Jadi tidak ada kegiatan khusus dalam waktu itu.
Apa tanggapan anda bahwa dengan moment perayaan 1 muharam ini bisa memberikan semangat dan kekuatan dalam membangun bangsa ini?
Seperti yang disampaikan pimpinan pesantren di sini, saya rasa dengan apa yang telah kalian miliki, gedung¬gedung, semua aktifitas yang dilakukan di sini, kalian telah memiliki semangat itu, dan dengan mengundang kami para. duta besar untuk berkumpul disini, dan juga mengundang banyak orang, ini kegiatan yang bagus sekali, karena berbeda sekali kalau hanya melihat gambar dari buku atau majalah dengan lang¬sung melihatnya sendiri, kita akan mengerti kegiatan yang sedang dilakukan sehingga masing masing negara Islam bisa sating melihat tentang kemampuan masing-masing dan nantinya bisa bekerja sama. Seperti yang disampaikan pimpinan pesantren di sini, pesantren ini tidak lagi berbicara nasional tetapi juga internatsional.

Bagaimana pendapat anda tentang acara pengumpulan dana?
Sejujurnya tidak ada kebiasaan itu bagi kami di Iran, dan sedikit aneh bagi saya, karena biasanya orang dalam menyumbang tidak menyebutkan jumlahnya, bisa dikatakan , tergantung ke ikhlasan masing masing ketika mem¬berikan sedekah, sehingga misalnya bisa dilakukan secara diam-diam saja

Tapi bisa untuk memotivasi yang lain untuk menyumbangkan lebih kan?
Ya, tapi itu kebiasan di sini, anda tadi bertanya tentang kebiasaan kami, ya bisa dikatakan sedikit berbeda, tapi hal tadi menarik juga, bisa mengumpulkan dana yang banyak dalam satu hari, bisa mencapai 1 milyar rupiah ? hebat sekali

Pernah dengar tentang Univer¬sitas Al Zaytun sebelumnya?
Ya, Sebetulnya baru dengar, lalu mendapat undangan, lalu kami datang untuk melihat, yang kami dengar di Jakarta katanya pesantren ini besar karena memiliki 3000 murid, tapi setelah datang dan melihat sendiri, ternyata muridnya lebih dari 7000 kan? Ternyata kabar yang kami dapat di Jakar¬ta berbeda dengan sebenarnya.

Menurut Anda kerja sama apa yang bisa dijalin, khususnya dalam bidang pendidikan?
Sebetulnya kita punya center–center, dan bisa saja dari berbagai level atau bidang, misalnya level universitas, Islamic school, pertanian, pengajaran, atau buku-buku publikasi. Tapi menu-rut saya langkah pertama adalah mengenalkan dulu Al-Zaytun, kita biar kenal dulu Al-Zaytun, bisa juga melalui brosur sehingga bisa banyak kemungkinan diadakan kerja sama.

Apakah ada kemungkinan negara Anda mengirimkan siswa siswanya untuk sekolah di Al-Zaytun atau mungkin dengan memberikan bea siswa?
Ya, seperti yang sudah saya katakan tadi bahwa yang pertama ialah kenal dulu, misalnya mengetahui bagaimana sistem pengajarannya, dan juga dalam hal ini perlu ditinjau dan diketahui oleh menteri pendidikan kami karena berkenaan dengan kebijakan. Yang penting kita tahu dulu, kenal dulu lebih lanjut.

Apakah Anda punya tanggapan lain atau masukan mengenai dari segi apa kiranya bangsa Indonesia yang mayoritas muslim agar menjadi bangsa yang lebih kuat?
Sebetulnya, sebagai mayoritas muslim terbesar, disini sudah mempunyai potensi itu. Kembali kepada diri masing-masing, dimulai dengan bekerja keras, disiplin tinggi, dan yang terpenting adalah dengan merubah pola pikir menanamkan motto pada diri bangsa Indonesia, bahwa bangsa Indonesia bisa!
Tentunya merubah pola pikir melalui pendidikan kan?
YA, dan satu lagi adalah cara memanaje. Ada istilah dalam new management yaitu. 'walking around ' yaitu dimana manager tidak hanya duduk dan berada di dalam kantor saja tapi dia harus terjun ke bawah dan berbicara dengan bawahan, mencari titik lemah dan titik kuat, dan bawahannya akan bekerja keras semaksimal mungkin karana mereka tahu manager mereka bersama-sama mereka. Menurut saya pimpinan disini, sudah melakukan itu dan ini bagus sekali. (Sumber : Majalah Al-Zaytun – Edisi 44/2006)

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home